Hiburan

Simak! 5 Pengaruh Sosial Media Pada Gangguan Kecemasan Yang Jarang Disadari

Ilustrasi pengaruh sosial media pada gangguan kecemasan

KORANMEMO.CO –  Keberadaan sosial media telah menjadi salah satu bagian integral dari kehidupan modern.

Seiring dengan perkembangannya yang pesat, platform sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya telah mengubah cara kita berinteraksi, berbagi informasi, dan bahkan memandang diri kita sendiri.

Bersama dengan manfaatnya, penggunaan yang berlebihan atau tidak sehat dari sosial media juga dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental seseorang, termasuk meningkatkan risiko gangguan kecemasan.

Masalah gangguan kecemasan adalah kondisi mental yang serius yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Berikut adalah beberapa pengaruh sosial media pada gangguan kecemasan yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang :

1. Perbandingan Sosial yang Berlebihan

Media sosial sering menjadi tempat di mana orang memamerkan highlight reel dari kehidupan mereka.

Postingan yang penuh dengan foto yang sempurna, pencapaian yang mengesankan, dan momen bahagia dapat menciptakan perasaan tidak memadai atau kurangnya prestasi pada individu lain.

Hal ini dapat memicu perasaan cemburu, rendah diri, dan kecemasan sosial yang tidak disadari.

2. Ketergantungan pada Validasi Eksternal

Banyak orang mengalami dorongan untuk mendapatkan pengakuan atau validasi dari orang lain di media sosial.

Jumlah ‘likes’, komentar positif, atau ‘followers’ sering dianggap sebagai ukuran keberhasilan atau nilai diri seseorang.

Ketergantungan pada validasi eksternal ini dapat menyebabkan kecemasan yang tidak disadari ketika tidak memenuhi ekspektasi atau ketika respons yang diterima tidak sesuai dengan harapan.

3. Informasi yang Tidak Terfilter

Media sosial juga merupakan sumber utama informasi, namun tidak semua informasi yang disajikan di platform tersebut akurat atau bermanfaat.

Paparan berlebihan terhadap berita negatif, konten yang memicu kekhawatiran, atau opini yang tidak sehat dapat meningkatkan tingkat kecemasan seseorang tanpa disadari.

4. Gangguan Tidur

Penggunaan media sosial sebelum tidur telah terbukti mengganggu pola tidur seseorang.

Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gadget dapat mengganggu produksi hormon tidur, melanggar ritme tidur alami, dan menyebabkan gangguan tidur yang tidak disadari.

Gangguan tidur yang kronis telah terkait dengan peningkatan risiko gangguan kecemasan.

5. Perasaan Tidak Dihargai atau Terisolasi

Meskipun media sosial memungkinkan kita untuk terhubung dengan banyak orang di seluruh dunia, seringkali hubungan tersebut bersifat dangkal atau tidak bermakna.

Interaksi yang terbatas pada ‘like’ dan komentar singkat dapat membuat seseorang merasa tidak dihargai atau terisolasi secara emosional.

Perasaan ini dapat memperburuk gangguan kecemasan yang ada atau memicu gejala yang tidak disadari sebelumnya.

Beberapa pengaruh sosial media pada gangguan kecemasan bisa sangat beragam dan seringkali tidak disadari oleh individu.

Penting bagi kita untuk menyadari bagaimana penggunaan sosial media mempengaruhi kesejahteraan mental kita dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan yang sehat dalam penggunaannya.

Ini termasuk membatasi waktu layar, memilih konten yang positif dan bermanfaat, serta memprioritaskan interaksi sosial di dunia nyata.

Dengan memahami dampak sosial media secara lebih mendalam, kita dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental kita.

ams
the authorams

Leave a Reply