Hiburan

6 Efek Samping Dari Diet Keto Pada Kesehatan Tubuh Yang Jarang Diketahui

Ilustrasi efek samping dari diet keto pada kesehatan tubuh

KORANMEMO.CO –  Menjalani diet keto telah menjadi sorotan dalam dunia kesehatan dan kebugaran sebagai cara yang efektif untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolik.

Namun, seperti halnya dengan setiap regime diet yang ekstrim, ada beberapa efek samping yang perlu dipertimbangkan saat menjalani diet keto.

Mari kita telusuri lebih dalam mengenai efek samping diet keto pada kesehatan tubuh.

Berikut adalah beberapa efek samping dari diet keto pada kesehatan tubuh yang jarang diketahui :

1. Defisiensi Nutrisi

Diet yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak bisa menyebabkan defisiensi nutrisi jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Karena makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti buah dan sayuran terbatasi dalam diet, ada resiko tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi penting seperti serat, vitamin C, dan kalium.

Ini bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti konstipasi, kelelahan, dan kelemahan otot.

2. Penyakit Jantung

Meskipun diet ini dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan profil lipid untuk sebagian orang, ada juga bukti yang menunjukkan bahwa diet tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Ini karena peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan penurunan kadar kolesterol baik (HDL) yang dapat terjadi pada diet yang tidak seimbang.

3. Batuk Keto

Beberapa orang mengalami apa yang disebut “batuk keto” saat pertama kali melakukan diet ini.

Ini adalah kondisi di mana seseorang mengalami batuk yang berkepanjangan dan kadang-kadang parah setelah mulai diet.

Meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, dugaan penyebabnya termasuk perubahan dalam komposisi bakteri dalam saluran pencernaan atau reaksi tubuh terhadap penggunaan lemak sebagai sumber bahan bakar utama.

4. Kekurangan Energi

Pada awalnya, banyak orang melaporkan merasa lemah dan kelelahan saat melakukan diet.

Ini disebabkan oleh perubahan dalam metabolisme tubuh saat beralih dari menggunakan glukosa sebagai bahan bakar utama menjadi menggunakan keton.

Diperlukan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan ini, yang dapat menyebabkan penurunan energi dan kinerja.

5. Masalah Pencernaan

Diet jenis ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit, diare, atau gangguan perut lainnya.

Ini bisa terjadi karena kurangnya serat dalam diet, perubahan dalam mikrobiota usus, atau konsumsi berlebihan lemak tertentu yang sulit dicerna oleh beberapa orang.

6. Risiko Penyakit Ginjal

Diet yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada beberapa individu.

Ini karena diet ini dapat menyebabkan dehidrasi dan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh, yang merupakan faktor risiko untuk pembentukan batu ginjal.

Meskipun diet keto dapat memberikan manfaat untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolik bagi beberapa orang, penting untuk mempertimbangkan efek samping potensialnya.

Konsultasikan dengan profesional medis atau ahli gizi sebelum memulai diet keto atau setiap program diet yang ekstrim, terutama jika memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada atau jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Seimbangkan diet Anda dengan memasukkan berbagai macam makanan sehat untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

ams
the authorams

Leave a Reply