KORANMEMO.CO – Perayaan HUT RI Ke 79 di tahun 2024 ini sedikit berbeda dengan di tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini lantaran perayaan HUT RI Ke 79 di tahun 2024 ini akan dilaksanakan di 2 tempat yakni di Jakarta dan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Lantaran dilaksanakan di 2 tempat, tentunya anggaran untuk perayaan HUT RI Ke 79 ini juga berbeda dari tahun sebelumnya.
Lantas apakah benar jika anggaran untuk perayaan HUT RI Ke 79 di tahun 2024 ini membengkak dari tahun sebelumnya?
Melansir dari sejumlah sumber, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Pratikno mengakui jika anggaran untuk perayaan HUT RI di tahun 2024 ini lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menurutnya, pembengkakan anggaran ini tak lain karena perayaan digelar di 2 lokasi, yakni di Jakarta dan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Pratikno tidak merinci besaran biayanya, dan mengklaim jika kenaikan anggaran ini tidak signifikan.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi menyebut jika pemerintah menyiapkan 2.000 undangan untuk acara perayaan HUT RI di IKN.
2000 undangan tersebut terbagi menjadi 1000 undangan untuk upacara pengibaran bendera dan 1000 undangan untuk upacara penurunan bendera.
Diketahui jika Kemensetneg telah menyiapkan 200 armada bus sebagai moda transportasi utama pada perayaan HUT RI di IKN.
Sebanyak 70 armada bus, telah diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju ke Kalimantan Timur pada Rabu (7/8) dan Kamis (8/8).
Dalam hal ini pemerintah belum membeberkan informasi terkait biaya pengadaan armada bus.
Di momen perayaan HUT RI ini, pemerintah juga menyewa sekitar 100 unit mobil
untuk mendukung operasional & logistik selama di IKN.
Pemerintah bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah Indonesia (Asperda) Kaltim.
DPD Asperda Kaltim mengungkap permintaan mobil dari pemerintah ini mencakup berbagai jenis, diantaranya Hiace (terbanyak), Fortuner, hingga Alphard.
Untuk taksiran harga pasaran sewa mobil di IKN sendiri diantaranya Fortuner (Rp 5 juta/hari), Hiace (Rp 15 juta/hari), Alphard (Rp 25 juta/hari).
Sementara untuk keperluan akomodasi penginapan para tamu penting (VIP & VVIP), diketahui jika pemerintah telah memesan seluruh unit kamar di hotel bintang 5 perdana yang ada di IKN.
Untuk total kamar yang disewa sendiri sebanyak 191 unit kamar di Swissotel Nusantara dengan tarif kamar Rp 4,8 – 8 juta/malam.
Bagaimana menurut kalian? Apakah anggaran untuk perayaan HUT RI Ke 79 di IKN di masih dalam jumlah yang wajar?





