Kediri, koranmemo.co – Menjadi atlet merupakan keinginan sejak kecil  Aura Avryla Berhenyta Syifa yang kini menjadi atlet biliar atau bola sodok. 

Berkat ketekunannya berlatih, atlet berusia 15 tahun asal Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri ini mampu mengukir prestasi gemilang di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Timur.

Ketika ditemui di Dhoho Pool saat latihan, gadis yang akrab disapa Syifa ini menceritakan awal mula menjadi atlet biliar.

 Dia memulai sejak duduk di kelas 4 SD karena sering melihat ayahnya bermain biliar sekaligus seorang pelatih biliar.

Karena penasaran, ia ingin untuk mencoba latihan bermain biliar.

“Saat itu sama ayah diizinkan langsung mencoba bermain biliar. Beliau selalu mendampingi saya untuk memberikan teknik cara pegang stik hingga menusuk bola,” jelasnya.

Syifa mengatakan, awal belajar biliar sempat kebingungan dengan teknik memegang stik maupun menusuk bola. 

 Bahkan ketika tangannya memegang stik sempat kaku sehingga belum membuahkan hasil maksimal dan membuatnya bosan. 
Tetapi, ayahnya sering memberikan dukungan agar tetap bersabar dan semangat untuk terus latihan.

“Setelah belajar terus menerus, alhamdulilah bisa bermain biliar sesuai dengan teknik ayah berikan,” ucapnya.

Menginjak kelas 6 SD, anak pertama dari tiga bersaudara ini sempat berhenti bermain biliar sampai dengan kelas 1 SMP.

 Syifa memilih fokus belajar untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) di sekolahnya. 

Selanjutnya, ia mulai kembali bermain biliar ketika kelas 2 SMP.  

“Baru mengawali latihan sempat lupa caranya, tapi ayah sering memberikan arahan tentang tekniknya,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, Syifa mulai mengikuti turnamen biliar di wilayah Kediri dan luar kota.
 Keinginan mengikuti turnamen itu mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya karena perempuan jarang menyukai bermain biliar dan kesempatan untuk menang maupun menjadi atlet berprestasi sangat besar.

Tetapi meski belum mempunyai pengalaman, dia mengaku tertantang karena menjadi tempat untuk menguji kemampuannya.

“Juga untuk melatih mental saya seperti apa kemampuan dalam menghadapi lawan,” ungkap putri pertama dari I Wayan Bernice Krisnanto dan Henny Widiyaningsih.

Di tahun 2021, ia pertama kali mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Timur yang digelar di Malang. 

Waktu itu, Syifa sempat canggung dan tidak percaya diri ketika akan bertanding. 

Tetapi, ayahnya selalu mendoakan dan memberikan dukungan penuh untuk memotivasi karena  menang dan kalah setiap pertandingan merupakan hal yang biasa.
 Bahkan, ayahnya menginginkan dirinya untuk fokus berdoa terlebih sebelum bermain agar diberikan kemudahan dan kelancaran.

“Alhamdulilah waktu itu terkejut kalau saya dapat medali perak. Itupun berkat usaha saya dan doa kedua orang tua,” kenangnya.

Dalam keseharian selain sibuk sekolah, gadis yang duduk di kelas 1 SMA 8 Kota Kediri ini  mengikuti latihan biliar di Dhoho Pool setiap hari Senin sampai Jumat.

 Sebelum ada pandemi Covid-19, ia mengikuti latihan mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB dan 22.00 WIB.
 Karena pandemi, justru memiliki waktu senggang karena sekolah dilakukan dengan daring sehingga dapat mengikuti latihan dengan waktu lama.
 Selain itu, dia juga membantu ibunya dalam aktivitas rumah tangga.

“Tetap membagi waktu dengan sekolah. Kalau waktu libur latihan hari sabtu-minggu kadang kala kalau ada waktu longgar tetap ikut latihan,” bebernya.

Selama menjadi atlet biliar, ia memiliki pengalaman menarik ketika mengikuti Kejurda karena baru pertama kali mengikuti, langsung mendapatkan juara.
 Bahkan, setiap pertandingan dia sering diremehkan oleh lawannya karena dirinya perempuan. 
Selain itu mengenai persiapan pertandingan, ia selalu berdoa dan  melakukan pemanasan serta adaptasi untuk menyesuaikan tempatnya karena kadang kala setiap tempat bertanding memiliki perbedaan. 

“Harapan saya semoga bisa terus sukses menjadi atlet biliar dan punya target di Porprov Lumajang tahun ini untuk membawa pulang medali emas,” pungkasnya. 

Sumber : koranmemo.com