Jombang, koranmemo.co – AS (53) warga Desa Sembung Kecamatan Perak, terpaksa berurusan dengan aparat polsek setempat.

Ini karena pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek online (ojol) itu diduga mengamuk dan menghajar mantan istri dan mertuanya yang tinggal di Desa Gadingmangu Kecamatan Perak, Kamis (24/2) malam.

Informasi yang diperoleh wartawan, peristiwa tersebut bermula saat pelaku bersama anaknya bertandang ke Desa Gadingmangu untuk bertemu Han (25) mantan istrinya.

Ini karena sang anak mengaku ingin bertemu dengan sang ibu.

Hanya saja, saat tiba di lokasi, pelaku nampaknya tak mendapatkan sambutan baik dari mertuanya.

Sebab dari pengakuan pelaku, begitu tiba di rumah korban, pelaku tak dibukakan pintu. Begitu juga saat dipanggil, korban tak mendengar.

Situasi ini membuat emosi pelaku memuncak, sehingga berupaya masuk ke dalam rumah.

Saat itu pelaku bertemu dengan mertuanya hingga terlibat cekcok dan berujung penganiayaan.

“Akibat penganiayaan, korban mengalami luka – luka. Paling parah dialami DH (56) mantan mertua pelaku yang mengalami luka dimulut hingga giginya lepas,” kata Kapolsek Perak AKP Dwi Retno Suharti kepada sejumlah wartawan, Jumat (25/2/2022).

Sementara itu, pelaku sendiri mengaku kesal lantaran saat anaknya sakit tidak dijenguk oleh mantan istrinya.

“Saya emosi, sehingga reflek memukul mereka. Sebab saat anak saya sakit tidak dijenguk ibunya. Padahal anaknya minta ketemu ibunya karena kangen. Saat datang justru tidak disambut dengan baik,” ujar pelaku.

Akibat perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. “Kasus ini kita limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Jombang. Pelaku kita jerat dengan pasal penganiayaan,” tutup AKP Retno.

Sumber : koranmemo.com