F-Daftar – Mas Ipin-Syah saat mendaftar ke KPUD Trenggalek (angga/memo)
Trenggalek, KORANMEMO.CO – Pasangan Petahana Mas Ipin-Syah (Mochamad Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara) akhirnya secara resmi mendaftar ke KPUD Trenggalek, Rabu (28/8).
Proses pendaftaran itu diwarnai dinamika aksi demo elemen masyarakat desa hingga proses tarik ulur Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jatim.
Sebelum mendaftar, ratusan orang yang mengatasnamakan elemen masyarakat desa mengeruduk Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Baca juga: Gatut Sunu dan Ahmad Baharudin Daftar Jadi Pasangan Capub Cawabup Tulungagung
Sejumlah tokoh, para kepala desa dan perangkatnya itu meminta Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin untuk tetap mendaftar di KPUD Trenggalek sebagai pasangan petahana Mas Ipin-Syah.
Aksi itu dilayangkan ditengah proses tarik ulur duet pendamping Tri Rismaharini atau Risma yang akan bertarung di Pilgub Jatim melawan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.
Selain Khofifah – Emil, ada penantang lainnya yang diusung PKB, Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim.
Baca juga: 9 Desa di 6 Kecamatan Tulungagung Alami Kekeringan
“Mungkin masyarakat umum menganggap Pilkada Trenggalek tidak menarik, karena semua partai rekomendasi ke orang yang sama. Tapi Pilkada ini paling menarik yang pernah saya rasakan. Karena kurang dari 24 jam terjadi banyak dinamika akhirnya kita hadir ke sini dengan penuh kesederhanaan,” kata Mas Ipin saat mendaftar ke KPUD Trenggalek sebagai pasangan Petahana Mas Ipin-Syah.
Mas Ipin mengaku memantapkan diri mendaftar ke KPUD Trenggalek setelah melewati dinamika cukup panjang. Ia bercerita kabar Mas Ipin digadang mendampingi Risma itu dia dengar saat Mas Ipin mengambil rekomendasi dari Demokrat dan PKB di
Jakarta. Kemudian ia diminta untuk ke DPP PDI-P.
Setelah berdiskusi cukup panjang, Mas Ipin digadang untuk mendampingi mantan Walikota Kota Surabaya itu. Kondisi itu yang memantik elemen masyarakat desa menggelar aksi. Mereka berharap agar Mas Ipin segera mendaftar ke KPUD Trenggalek. Setelah dinamika cukup panjang, akhirnya Petahana Mas Ipin-Syah resmi mendaftar ke KPUD Trenggalek.
Baca juga: Waspada! 7 Makanan Ini Menyebabkan Bau Ketiak Loh!
“Kita gambling, bisa jadi daftar hari ini bisa jadi gak kesini. Tapi sudah ada perintah langit, bukan perintah DPP, diatas DPP kira-kira, pemegang pintu surga. Katanya surga di telapak kaki ibu,” imbuhnya.
Dengan seluruh partai parlemen yang mengusung pasangan petahana, yakni PDI-P, PKB, Golkar, PKS, Gerinda, Demokrat, Hanura dan PAN otomatis membuka ruang Pilkada Trenggalek 2024 bakal terjadi calon tunggal. Sebab, meskipun mengacu putusan MK, ambang batas syarat pencalonan partai non parlemen di Trenggalek belum memenuhi syarat.
“Kita hargai proses demokrasi. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh partai pengusung, masyarakat. Kalau melihat incumben yang mendaftar itu ada pawai budaya, kemudian melibatkan masyarakat. Namun karena dinamika, kita mendaftar dengan tangis dan doa. Iki sidane pie, tapi alhamdulillah sekarang sudah terjawab,” pungkasnya.
Baca juga: 9 Strategi Efektif untuk Mempersiapkan Diri Sebelum Menghadapi Ujian CPNS
Sementara itu, Ketua KPUD Trenggalek Istatiin Nafiah menyebut, petahana menjadi pendaftar pertama di hari kedua pembukaan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati 2024 di Pilkada Trenggalek. Iin, sapaan akrabnya menyebut, berkas syarat yang diserahkan pasangan petahana itu dinyatakan lengkap.
Iin sapaan akrabnya enggan berkomentar banyak saat disinggung soal potensi calon tunggal, melihat dinamika politik di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek. Menurutnya proses pendaftaran calon kepala dan wakil kepala daerah Trenggalek 2024 masih berlangsung hingga 29 Agustus.
“Setelah ini kita lakukan tahapan-tahapan demi tahapan hingga penetapan pasangan calon. Kalau soal calon tunggal, kita sampaikan sesuai update, karena pendaftaran masih sampai 29 Agustus,” kata Iin.
Baca juga: 10 Tips Belajar Efisien agar Bisa Berhasil Tes CPNS, Jangan Lupa Pahami Materinya Dulu!
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menyebut, realitas bumbung kosong tak menutup kemungkinan terjadi dalam Pilkada ini. Sebab partai parlemen seluruhnya mendukung pasangan petahana.
“Dinamika politik di Trenggalek seperti itu. Pasangan Petahana Mas Ipin-Syah paling survei tinggi dan sebagainya. Akhirnya semua partai politik mengusung, kita tidak bisa menghalangi,” kata Doding.
Disinggung soal dinamika politik tarik ulur Mas Ipin yang akan disandingkan dengan Risma, Doding menyebut dinamika itu merupakan sebuah konsekuensi pesta demokrasi serentak.
Baca juga: 10 Tips Menjaga Kesehatan Mental dengan Baik Sebelum Menghadapi Seleksi CPNS 2024
Belakangan nama Sutiaji, mantan Walikota Malang periode 2018 – 2023 yang digadang mendampingi Risma di Pilgub Jatim.
“Tarik ulur, sebagian teman pengurus partai ada yang ingin Mas Ipin naik di level Pilgub. Namun akhirnya komitmen kita tetap di Trenggalek. Kita target 100 persen, masak mau memilih bumbung kosong,” kata dia.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Della Cahaya





